Jumat, 28 Maret 2014

Teori Organisasi Umum 2



TATA CARA DAN ETIKA MENULIS DI BLOG
Menulis diblog bukanlah hal yang mudah karena hasil tulisan bisa dibaca oleh semua orang, maka diperlukan etika dalam menulis diblog.

Ada beberapa inti dalam etika menulis blog yang baik diantaranya :

•Judul yang menarik, pemilihan judul adalah hal utama yang harus dipikirkan, karena judul yang menarik dapat membuat si pembaca penasaran dengan isi dari tulisan diblog tersebut. Judul juga harus sesuai dengan isi dari tulisan, jangan hanya karena ingin membuat judul yang menarik tapi tidak sesuai dengan isinya.

•Jangan menggunakan huruf besar dan berwarna, degan menggunakan huruf besar sepertinya anda sedang emosi dan huruf berwarna membuat orang pusing karena itu lebih baik gunakan huruf dan ajaan yang biasa saja. Akan lebih nyaman untuk dibaca dan dimengerti.
•Jangan lupa tanda baca seperti titik,koma,tanda tanya dll. Karena ini sangat mempunyai pengaruh yang besar untuk pembaca, salah tanda baca dapat diartikan lain oleh si pembaca, maka tanda baca sangatlah penting.
•Bahasa yang mudah dimengerti, jangan memakai istilah yang jarang orang pakai atau beri penjelasannya pada pertama kali kata itu dipakai. Sehingga orang yang membaca blog anda akan mengerti tentang apa yang diasampaikan sipenulis. Karena orang tidak akan mengerti jika kita memakai bahasa “high class” yang hanya para ahli atau orang tertentu yang berkecimpung didunia tersebut yang dapat mengerti bahasa tersebut.
•Jangan bertele-tele, dalam menyampaikan maksud dari isi jangan terlalu berputar-putar karena membuat orang binggung dan tidak mengerti inti dari penulisan tersebut, setelah awal paragraph dibuat bolehlah sedikit bertele-tele tapi sedikit saja. Jangan terlalu banyak dan kalau bisa  masih ada nyambungnya dengan kalimat inti.
•Pilih bahasa yang pantas dan sopan, kalau kita memakai bahasa yang kurang baik dan tidak sopan akan membuat pembaca bertanya “nie blog siapa yang buat? Gak belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar apa disekolah?”.Karena itu jangan memakai bahasa yang aneh atau bahasa gaul. Orang yang tidak mengerti akan memiliki pendapat lain.
•Jangan sampai salah ketik, kalau sampai salah ketik bisa berdampak bahaya, tidak setiap orang mempunyai pendapat yang sama bisa jadi karena salah ketik menyebabkan arti yang berbeda. Jadi sebelum dikirim lebih baik periksa kembali, apakah ejaan, tulisan itu sudah layak untuk dipublikasikan.
•Tambahkan humor dalam penulisan, ada sedikit humor lebih baik. Orang tidak terlalu tegang dan merasa lebih rileks jika kita menulis sesuatu didalamnya ada sedikit humor, cukup sekali atau dua saja sudah cukup, karena terlalu banyak pun membuat orang tidak tertarik lagi.
•Jangan sering copy-paste dalam menulis blog jangan sering melakukan itu, membuat kretifitas kita tidak berkembang, boleh juga hal itu dilakukan tapi dengan cara tetap mencantumkan link- nya dariman kita mendapatkan informasi tersebut.
•Pemilihan gambar, jika didalam penulisan anda ingin ditampilkan gambarnya, sebaiknya jangan yang gambar yang besar itu membuat orang yang akan membuka blog anda menunggu terlalu lama, jadi jangan sampai karena gambar tersebut orang tidak jadi membuka blog anda.

Intinya, dalam membuat penulisan didalam blog atau internet kita harus memperhatikan hal-hal kecil yang sebenarnya anda berpikir itu tidak penting, tapi dalam membuat blog kita harus memperhatikan kembali apa yang akan kita publikasikan ke dunia luar.Harus mempunyai etika bersopan santun didalam dunia blog, orang yang mempunyai etika didalam menulis mempunyai kertas putih dihatinya. Karena ketika menulis itu adalah ungkapan isi hati, yang mencerminkan kehidupan seharinya.

Jangan lupa membaca kembali,mengoreksi tanda baca, ejaan, pilihan bahasanya dan sopan santun sesama blogger agar apa yang kita tulis dapat berguna bagi pengguna search engine dan tidak merugikan orang lain.

Pada era reformasi ini, banyak cara yang dapat digunakan dalam mengeluarkan pendapat, salah satunya dengan menulis. Saat ini yang banyak digunakan yaitu menulis melalui internet. Tetapi banyak aspek yang belum diketahu sesorang, terutama mengenai etika dalam menulis melalui internet. Etika menulis di internet merupakan pendapat masing-masing orang mengenai tata cara atau sopan santun menulis di dalam dunia maya. Dunia maya memiliki aturan-aturan dan sopan santun yang harus dipahami setiap orang. Banyak yang kita jumpai seseorang yang menulis tanpa menggunakan aturan atau sopan santun yang semestinya, mengirimkan dengan menggunakan email, mempublikasikan dokumen elektronik seperti gambar, video dan tulisan-tulisan dalam bentuk lain tanpa memperhatikan kode etik yang semestinya.

Hal-hal yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut:
1. Mengirim dan mendisribusi dokumen yang bersifat pornografi, menghina, mencemarkan nama baik dll.
2. Melakukan pembobolan secara sengaja ke sistem komputer.
3. Melakukan penyadapan informasi.
4. Melakukan penggandaan tanpa ijin.
5. Memanipulasi, mengubah, menghilangakan informasi.




Yang harus kita lakukan ketika menulis di blog adalah meningkatkan kewaspadaan. Kita harus memikirkan apa yang akan kita tulis akan mempunyai dampak yang bersifat positif ataupun negatif. Apa yang kita tulis harus memiliki tujuan yang jelas agar tidak menimbulkan akibat yang negatif bagi kita sendiri maupun orang lain.

Pada era reformasi yang telah memberikan kebebasan dalam mengeluarkan pendapat ini, kita pun harus menyadari pendapat, kata-kata ataupun tulisan apa yang kita publikasikan melalui internet, karena semuanya memiliki batasan dan dampak yang berbeda-beda. Kebebasan yang kita anut adalah kebebasan yang bertanggung jawab.

Jadi, apa pun yang kita tulis akan mendapatkan respon yang setimpal. Selama pendapat ataupun tulisan tersebut tidak merugikan orang lain, tetapi bermanfaat, kita tidak perlu takut untuk menulis.

Tidak ada aturan yang baku untuk mensikapi informasi dalam menulis di internet. Namun, kita sebagai manusia seharusnya menyadari bahwa perilaku kode etik sangat diperlukan untuk menghormati satu sama lain di dalam komunitas dunia maya, khususnya dalam menulis.

Tidak ada sanksi bagi yang melanggar kode etik dalam menulis melalui internet kecuali sanksi moral, seperti dikucilkan. Dalam kasus tertentu, pelanggaran kode etik dapat diajukan ke pangadilan, seperti kasus pelanggaran miss komunikasi.
Sebagai contoh : Kasus Prita Mulyasari
Seperti yang diberitakan, Prita Mulyasari yang diadukan ke pangadilan mengenai surat elektronik yang beredar di dunia maya, yang menurut sudut pandang tertentu adalah mencemarkan nama baik, pada sudut pandang yang lain diberitakan bahwa surat elektronik itu hanya dibuat untuk menyampaikan suatu pendapat.
Informasi
Berbagi informasi tentang segala hal positif
Etika Menulis Blog

Tulisan etika menulis blog ini pendapat pribadi. Menulis blog memang tidak ada panduan tertulis seperti menulis artikel di majalah ilmiah. Etika menulis di bog lebih sebagai aturan tidak tertulis.
Beberapa point yang perlu diperhatikan saat menulis di blog menurut pendapat saya adalah sebagai berikut:
1. Isi tulisan tidak mengandung unsur SARA
Masalah SARA sangat rentang menimbulkan pertentangan yang akan berakibat buruk apalagi ditulis dalam media online yang bersifat mudah menyebar. Pemahaman orang tentang hal ini tentu saja berbeda-beda berdasarkan latar belakan orang yang membacanya. Keanekaragaman pemikiran tersebut akan menyulut masalah SARA yang ditulis dalam suatu blog menjadi masalah yang serius dan susah terkendalikan.
2. Tidak berbau pornografi
Suatu hal yang perlu diingat sebagai penulis blog disini bahwa blog dapat diakses oleh siapapun tidak terkecuali oleh anak dibawah umur. Memang penyedia layanan hosting blog seperti wordpress pun telah merilis aturan di term servicenya telah melarang adanya unsur pornografi dan akan memberi sanksi pada penulis ayng melanggar. Akan tetapi unsur pornografi yang diselipkan dalam kata-kata berbahasa indonesia akan sulit untuk terlacat.
3. Tidak melanggar hak cipta
Hal ini perlu digaris-bawahi karena banyak blog yang menyertakan link ke suatu file berupa lagu, buku elektronik, software, film atau karya lain yang sebenarnya terlindungi oleh hak cipta. Memang ada banyak perdebatan tentang hak cipta. Akan tetapi sebagai penulis yang baik kita berusaha untuk tidak melanggar hak cipta.
4. Pencantuman sumber tulisan
Dalam menulis, kita seharusnya menghargai penulis lainya apabila kita menulis berdasarkan referensi yang ada pada artikel penulis lain. Mencopy-paste adalah suatu hal yang sangat dilarang pada tulisan ilmiah, tetapi di blog menurut pendapat saya masih bisa ditoleransi asal mencantumkan sumbernya dan membuat link ke sumber tersebut. Jika kita ingin belajar menulis maka hindarilah copy paste. Dengan membaca dari berbagai sumber dan ditambah dengan pengetahuan yang kita miliki, kita dapat menulis tanpa harus mencopy paste artikel dari orang lain. Sekali lagi kita bisa meneruskan tulisan orang lain yang kita anggap bermanfaat dan menyebutkan bahwa tulisan tersebut berasal dari sang penulis aslinya.
5. Penggunaan Inisial
Pada saat membahas suatu kasus yang belum jelas, sebaiknya menggunakan inisial. Asas praduga tidak bersalah sebaiknya kita terapkan. Intinya dalam menulis adalah tujuan yang akan kita capai. Kiat bisa menyamarkan suatu kasus dalam bentuk cerita fiksi dengan penokohan yang berbeda untuk menyampaikan pesan dan hikmah yang dapat diambil dari suatu kasus.
6. Kata kunci yang tepat
Terkadang untuk kepentingan meningkatkan traffik blog, orang membuat kata kunci yang tidak sesuai dengan isi artikelnya. Hal ini akan menyesatkan pencari artikel. Mungkin masih bisa ditoleransi kalo isinya berguna bagi pencari artikel yang tersasar atau pencari produk yang tersasar tersebut. Sekali lagi ini hanya etika saja jika kita tidak ingin mempersulit orang lain. Memang sangat banyak informasi yang tidak relevan dengan yang kita cari di internet tapi setidaknya dengan menggunakan kata kunci yang tepat kita sedikit mengurangi masalah tersebut. Kontribusinya memang tidak significant tapi kalo semua penulis menggunakan keyword yang tepat akan memudahkan pembaca.Demikian pendapat penulis tentang etika menulis di blog. Tentunya banyak sekali kekurangan pada tulisan ini.

Bab I
KOMUNIKASI

PENGANTAR
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latincommunicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Sekarang, apa yang dimaksud dengan komunikasi itu? ada yang berpendapat bahwa komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui saluran tertentu. Ada pula yang menyebutkan komunikasi sebagai suatu proses penyampaian pesan (berupa lambing, suara, gambar, dan lain-lain) dari suatu sumber kepada sasaran (audience) dengan menggunakan saluran tertentu. Hal ini dapat digambarkan melalui sebuah percakapan sebagai bentuk awal dari sebuah komunikasi. Orang yang sedang berbicara adalah sumber (source) dari komunikasi atau dengan istilah lain disebut sebagai komunikator. Orang yang sedang mendengarkan disebut sebagai audience, sasaran, pendengar atau komunikan. Apa yang disampaikan oleh orang yang sedang berbicara disebut sebagai pesan, sedangkan kata-kata yang disampaikan melalui udara disebut sebagai saluran atau channel.
Dalam hal ini yang merupakan pesan adalah segala sesuatu yang disebutkan didalam artikel tersebut, sedangkan audiens (komunikannya) adalah siapa saja yang membaca artikel itu walaupun hanya sekilas. Sementara sumber (komunikatornya) adalah siapa saja yang sudah memberikan sumbangan terhadap lahirnya artikel itu (mungkin saja penulis artikel, orang tertentu, yang ucapan atau pendapatnya dikutip oleh penulis artikel, reporter, redaktur, atau bahkan korektor dari artikel tersebut).

PENGERTIAN KOMUNIKASI
Untuk memahami pengertian manajemen komunikasi, terlebih dahulu dijelaskan pengertian komunikasi secara umum. Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communication yang berarti  ‘pemberitahuan’ atau ‘pertukaran pikiran’. Jadi, secara garis besar, dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan).
Proses komunikasi dapat diartikan sebagai ‘transfer komunikasi’ atau pesan (message) dari pengiriman pesan sebagai komunikator dan kepada penerima sebagai komunikan.
Adapun beberapa definisi komunikasi dari para pakar, sebagai berikut :
1.      Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa (Laswell)
2.      Komunikasi merupakan rangkaian proses pengalihan informasi dari satu orang kepada orang lain dengan maksud tertentu
3.      Komunikasi adalah proses yang melibatkan seseorang untuk menggunakan tanda-tanda (alamiah atau universal berupa symbol-simbol berdasarkan perjanjian manusia) verbal atau nonverbal yang disadari atau tidak disadari yang bertujuan untuk memengaruhi sikap orang lain
4.      Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulant biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain (Carl I.Hovland)
5.      Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui symbol-simbol. (Theodorson dan Thedorson)
6.      Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain (Edwin Emery)
7.      Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia (Delton E, Mc Farland)
8.      Komunikasi adalah proses social, dalam arti pelemparan pesan/lambing yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan (William Albig)
9.       Komunikasi berarti suatu mekanisme suatu hubungan antarmanusia dilakukan dengan mengartikan symbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan menyimpan dalam waktu (Charles H. Cooley)
10.  Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima, proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang memudahkan peralihan maksud tersebut (A. Winnet)
11.  Komunikasi merupakan interaksi antarpribadi yang menggunakan sistem symbol linguistic, seperti sistem symbol verbal (kata-kata) dan nonverbal. Sistem ini dapat di sosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual) (Krlfried Knapp)



PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Joseph De Vito (1996) mengemukakan komunikasi adalah transaksi.
Dalam aplikasinya, langkah-langkah dalam proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1.      Langkah pertama, ide / gagasan diciptakan oleh sumber / komunikator
2.      Langkah kedua, ide yang diciptakan tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan
3.      Langkah ketiga, pesan yang telah di-encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran / media yang sesuai dengan karakteristik lambing-lambang komunikasi ditujukan kepada komunikan
4.      Langkah keempat, penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut
5.      Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di-decoding, khalayak akan mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:
-          Who yakni berkenan dengan siapa yang mengatakan
-          Says What yakni berkenaan dengan menyatakan apa
-          In Which Channel yakni berkenaan dengan saluran apa
-          To Whom yakni berkenaan dengan ditujukan kepada siapa
-          With What Effect? Yakni berkenaan dengan pengaruh apa
William G. Scott yang mengutip pendapat Babcock dalam Thoha (1977) mengatakan bahwa ada 5 faktor yang memengaruhi proses komunikasi :
1.      The Act (Perbuatan)
2.      The Scene (Adegan)
3.      The Agent (Pelaku)
4.      The Agency (Perantara)
5.      The Purpose (Tujuan)



DAMPAK KOMUNIKASI
Pada dasarnya komunikasi memiliki 3 dampak, yaitu :
1.      Memberikan informasi, meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan. Tujuan ini sering disebut tujuan yang kognitif
2.      Menumbuhkan perasaan tertentu, menyampaikan pikiran, ide atau pendapat. Tujuan ini sering disebut tujuan afektif
3.      Mengubah sikap, perilaku dan perbuatan. Tujuan ini sering disebut tujuan konatif atau psikomotorik

SASARAN KOMUNIKASI
Berkaitan dengan hal tersebut, ada dua macam sasaran komunikasi, antara lain :
1.      Siapakah sasaran komunikasi yang dituju?
Dari pengalaman sehari-hari, kita sering menemukan bahwa di dalam sasaran berkomunikasi dengan seseorang atau kelompok masyarakat tertentu, respons yang dating kepada kita tidak hanya dari khalayak sasaran yang di kehendaki, melainkan juga dating dari individu atau kelompok yang lain (yang tidak dikehendaki)
2.      Bagaimana efek komunikasi ?
Bahwa pesan yang disampaikan dan diterima oleh komunikasi dapat dibedakan yang sifatnya konsumtif dan instrumental atau kombinasi keduanya
a)      Efek Konsumtif  adalah efek atau pengaruh komunikasi (pesan) yang dapat langsung diresapi dan dapat diamati
b)      Efek instrumental  adalah efek atau pengaruh dari komunikasi (pesan) yang tidak dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh komunikan dan tidak dapat langsung di amati oleh komunikator

GANGGUAN KOMUNIKASI
Segala sesuatu yang menghalangi kelancaran komunikasi disebut juga sebagai gangguan (noise). Kata noise dipinjam dari istilah ilmu kelistrikan yang mengartikan noise  sebagai keadaan tertentu dalam sistem kelistrikan yang mengakibatkan tidak lancarnya atau berkurangnya ketepatan peraturan.
Setidak-tidaknya ada tiga faktor psikologis yang mendasari hal itu, yaitu :
1.      Selective attention.
2.      Selective perception.
3.      Selective retention.


IMPLIKASI MANAJERIAL

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
 

Teori Managerial Grid

Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :
  1. Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
  2. Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
  3. Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.
  4. Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
  5. Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.
  • Implikasi Terhadap Sistem Komunikasi Organisasi
Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.
Menurut Blake dan Mouton, gaya kepemimpinan team merupakan gaya kepemimpinan yang paling disukai. Kepemimpinan gaya ini berdasarkan integrasi dari dua kepentingan yaitu pekerjaan dan manusia. Pada umumnya, kepemimpinan gaya team berasumsi bahwa orang akan menghasilkan sesuatu apabila mereka memperoleh kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang berarti. Selain itu, dalam kepemimpinan gaya team terdapat kesepkatan untuk melibatkan anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dengan maksud mempergunakan kemampuan mereka untuk memperoleh hasil yang terbaik yang mungkin dapat dicapai.
Teori X dan Y
Teori ini dikemukakan oleh Douglas Mc. Gregor (1967), yang memiliki pandangan berbeda mengenai manusia yaitu pada dasarnya manusia bersifat negative (Teori X), dan bersifat positif (Teori Y). Mc. Gregor menyimpulkan bahwa pandangan seorang manajer tentang sifat manusia didasarkan pada pengelompkkkan asumsi tertentu dan manajer tersebut cenderung membentuk perilakunya terhadap bawahan sesuai dengan asumsi tersebut. Dalam teori X, terdapat empat asumsi, diantaranya :
  1. Bawahan tidak suka bekerja dan bilamana mungkin, akan berusaha menghindarinya
  2. Karena bawahan tidak suka bekerja, mereka harus dipaksa, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman
  3. Bawahan akan mengellakkan tanggung jawab dan sedapat mungkin hanya mengikuti perintah formal
  4. Kebanyakan bawahan mengutamakan rasa aman (agar tidak ada alasan untuk dipecat) dan hanya menunjukkan sedikit ambisi
Sedangkan, dalam teori X diasumsikan bahwa :
  1. Bawahan memandang bahwa pekerjaan sama alamiahnya dengan istirahat dan bermain
  2. Seseorang yang memiliki komitmen pada tujuan akan melakukan pengarahan dan pengendalian diri
  3. Seseorang yang biasa-biasa saja dapat belajar untuk menerima, bahkan mencari tanggung jawab
  4. Kreativitas yaitu kemampuan untuk membuat keputusan yang baik (pendelegasian wewenang dan tanggung jawab)
  • Impilkasi Terhadap Sistem Komunikasi Organisasi
Teori ini memusatkan bagaimana seorang pemimpin memotivasi orang-orang dengan tipe X dan Y sehingga mampu berkontribusi dalam organisasi. Tipe X yang cenderung malas bekerja dan menyukai diperintah, mungkin akan membuthkan saluran komunikasi yang formal, dimana pemimpin menginstruksikan berbagai perintah secara formal. Berbeda dengan tipe Y, antara pemimpin dengan bawahan akan lebih sering berkomunikasi secara informal atau partisipatif. Hal ini dilakukan karena kedua belah pihak sudah saling memahami dan bawahan memiliki pengalaman yang sudah baik.
Motivasi yang diberikan kepada tipe X, mungkin akan cenderung dengan oemberian hukuman yang tegas, sehingag berbagai peraturan tertulis sebagai media komunikasi akan sangat dibutuhkan. Sedangkan untuk tipe X, komunikasi akan sangat mempengaruhi karena motivasi yang diberikan lebih cenderung kepada aktualisasi diri untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan atau kebijakan dalam organisasi.
Teori Kepemimpinan Situasional
Teori ini dikembangkan oleh Paul Hersey dan Keneth H. Blanchard (1974, 1977). Teori kepemimpinan situasional merupakan pengembangan dari penelitian kepemimpinan yang diselesaikan di Ohio State University (Stogdill dan Coons, 1957). Teori ini bersaumsi bahwa pemimpin yang efektif tergantung pada kematangan bawahan dan kemapuan pemimpin untuk menyelesaikan orientasinya, baik orientasi tugas maupun hubungan kemanusiaan. Taraf kematangan bawahan terentang dalam satu kontinum dari immatery ke maturity. Semakin dewasa bawahan, semakin matang individu atau kelompok untuk melakukan tugas atau hubungan. Dalam kepemimpinan situasional ini, Hersey dan Blanchard mengemukakan empat gaya kepemimpinan sebagai berikut :
  1. Telling (S1), yaitu perilaku pemimpin dengan tugas tinggi dan tugas rendah. Gaya ini mempunyai ciri komunikasi satu arah, dimana pemimpin yang berperan.
  2. Selling (S2), perilaku dengan tigas tinggi dan hubungan tinggi. Kebanyakan pengarahan masih dilakukan oleh pemimpin, tetapi sudah mencoba komunikasi dua arah dengan dukungan sosioemosional supaya bawahan turut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan.
  3. Participating (S3), yaitu perilaku hubungan tinggi tugas rendah. Pemimpin dan bawahan sama-sama memberikan kontribusi dalam mengambil keputusan melalui komunikasi dua arah dan yang dipimpin cukup mampu dan berpengalaman untuk melaksanakan tugas.
  4. Delegating (S4), yaitu perilaku hubungan dan tugas rendah. Gaya ini memberikan kesempatan kepada yang dipimpin untuk melaksanakan tugas mereka sendiri melalui pendelegasian dan supervise yang bersifat umum. Yang dipimpin adalah orang yang sudahj matang dalam melaksanakan tugas dan matang pula secara psikologis.
  • Implikasi Partisipatif dan Teori Kepemimpinan Situasional Terhadap Sistem Komunikasi Organisasi
Dalam system komunikasi organisasi, partisipatif telah menggunakan komunikasi dua arah, yaitu system atau pola komunikasi yang akan menghasilkan umpan balik secara langsung dari komunikan untuk dijadikan evaluasi. Pemimpin akan sering berkomunikasi dengan bawahan dalam merumuskan hal-hal yang dapat dirumuskan dengan bawahan. Hal ini menunjukkan bahwa komuniksai harus berfungsi juga sebagai persuatif dan regulative. Kepemimpinan situasional memungkinkan seorang pemimpin melaksanakan kepemimpinannya sesuai dengan kondisi yang terjadi. Untuk komunikasi satu arah seperti Telling, mengharuskan pemimpin untuk lebih banyak mengarahkan, hal ini dilakukan agar tugas yang dilaksanakan sesuai dengan alur atau tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi satu arah akan mengalami kesulitan dalam menerima umpan balik sebagai evaluasi bagi organisasi. Terkadang dengan komunikasi satu arah, kondisi kerja akan terasa kaku karena bersifat formal.
Dalam kepemimpinan situsional yang dikembangkan menjadi empat bagian, membutuhkan komunikasi karena pada dasarnya kepemimpinan mempengaruhi orang. Dalam kepemimpinn ini, Delegating dengan tugas dan perilaku yang rendah menjdi aspek yang paling disukai apabila bawahan memiliki tingkat kesiapan yang tinggi, karena ada kebebasan dan kepercayaan dari pemimpin untuk berpartisipasi.




DAFTAR PUSTAKA

Dahlan, Alwi. 1979. “Analisa Jaringan Komunikas: Perkembangan dan Relevansi” dalam Jurnal Komunikasi Pembangunan no 5/Tahun II/1979. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Deppen.
De Fluer, Melvin L., dan Sandra Ball – Rokeach. 1982. Theoris of Mass Communication; Fourth Edition. New York & London: Longman.
De Vito, Joseph A. 1996. Komunikasi Antar Manusia; Kuliah Dasar. Edisi Kelima. Jakarta: Profesional Books.


REFERENSI
Judul Buku    : Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi
Pengarang      : Drs. Tommy Suprapto, M.S.
Penerbit          : MEDIA PRESSINDO
                          (email : medpressgroup@yahoo.com)

Rivai, Veithzal. (2004). Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Robbins, Stephen P. (2006). Organizational Behaviour (tenth edition). New Jersey: Prentice Hall Inc. Alih bahasa: Molan, Benyamin.      (2006). Perilaku Organisasi (edisi ke-10). Jakarta: Indeks.
Pengantar Teori Komunikasi. Richard West Lynn H. Turner. Penerbit Salemba Humanika 



Sabtu, 16 November 2013

Tugas Otobiografi



Hai nama saya Fitri Apriyanti saya anak kedua dari tiga bersaudara, saya mempunyai satu kakak laki-laki dan satu adik laki-laki. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 08 April 1992, sekarang saya sedang menjalankan perkuliahan di salah satu universitas tinggi swasta yaitu di Universitas Gunadarma. Saya mengambil jurusan yang saya minati yaitu Sistem Informasi, saat ini saya menjalankan perkuliahan sudah memasuki semester tiga.  
Bagi saya untuk bisa seperti sekarang ini tentu banyak hal yang harus saya lewati, pada saat beberapa tahun lalu di tahun 2004 saya lulus dari sekolah dasar negeri yaitu di SDN Duren Sawit 08 Pagi saya bersekolah dari kelas satu sampai dengan kelas enam sd. Tentu saja banyak pengalaman-pengalaman yang saya alami selama sekolah, di sekolah dasar negeri saya pernah mendapatkan juara atau ranking dikelas, dan pada saat saya menduduki bangku dikelas 6 sd saya juga pernah mengikuti suatu perlombaan menari adat disekolah.  Awalnya saya mengikuti perlombaan menari adat tersebut dengan melawan tim kelas dan mendapatkan juara pertama, dan akhirnya saya dan teman-teman didaftarkan untuk mengikuti perlombaan menari adat dengan melawan sekolah lain se-DKI Jakarta. Pada saat itu saya tidak yakin menang tetapi semua perkiraan saya salah dengan adanya dukungan, doa serta usaha dan kerja keras saya bersama teman-teman yang lain saya dan teman-teman mendapatkan juara kedua diperlombaan itu, walaupun juara kedua tetapi saya tetap bersyukur.
Tidak terasa saya menjalankan sekolah dasar sudah enam tahun dimana tahun 2004 saya lulus dari sekolah itu, setelah lulus saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama. Saya sekolah di SMPN 135 Jakarta, disana saya kembali mengembangkan potensi diri saya. Di masa-masa smp saya mendapatkan teman baru, lingkungan baru, dan saya harus beradaptasi dengan sesuatu hal yang baru. Pada awal masuk sekolah smp saya mengikuti MOS atau biasa disebut Masa Orientasi Siswa yang diadakan selama tiga hari. Selama sekolah di sekolah menengah pertama saya pernah mengikuti suatu organisasi PMR yaitu Palang Merah Remaja. Dan dikelas delapan saya sudah tidak mengikuti kegiatan organisasi apa-apa karena pada saat itu guru-guru disekolah menyarankan pada saat kelas delapan dan kelas Sembilan sudah waktunya untuk fokus dalam masalah belajar agar supaya kita bisa mendapatkan hasil nilai yang memuaskan. Dikelas delapan saya pernah mendapatkan juara atau ranking dikelas, Selang berjalannya waktu tidak terasa saya sudah menduduki bangku sekolah menengah pertama dikelas sembilan, sampai akhirnya pun waktu untuk mengikuti ujian nasional tiba. Dimana ujian nasional tersebut adalah hasil yang menentukan kita LULUS atau TIDAK. Saya selalu bertekad untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan dengan usaha saya selama tiga tahun sekolah akhirnya pada tahun 2006-2007 saya lulus dari sekolah menengah pertama dengan hasil yang memuaskan.  Dengan begitu perjalanan saya untuk mencapai ke perguruan tinggi tidak cukup sampai disini. Pada tahun 2007 saya melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMAN 50 Jakarta, saya merasa disekolah menengah atas ini saya harus bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, tetapi terkadang kenyataannya apa yang kita lakukan tidak semudah dengan apa yang kita bayangkan. Di sekolah menengah atas disinilah jati diri kita yang sebenarnya kita memasuki tahap remaja, dan saya merasa bahwa dimasa masa sma adalah masa yang sangat menyenangkan begitu juga kita akan memasuki masa sulit karena begitu banyak ujian-ujian yang akan kita hadapi tetapi akan banyak juga pelajaran-pelajaran yang lebih berharga yang bisa kita dapatkan.  Pada awal memasuki sekolah sma seperti beberapa tahun lalu saya mengikuti MOS selama tiga hari. Disitulah saya harus beradaptasi lagi dengan suasana dan lingkungan baru. Pada saat saya di sma saya pernah mengikuti ekskul modern dance, entah kenapa saya begitu tertarik ingin mengikuti ekskul tersebut. Saya dan teman-teman sering mengisi acara disekolah dengan menampilkan dance lalu pada suatu waktu saya dan teman-teman pernah diikutkan dengan mengikuti lomba di acara Planet Remaja di antv dengan melawan sekolah lain, dan syukur Alhamdulillah berkat dukungan dan usaha saya bersama teman-teman sekolah saya memenangkan lomba itu dengan mendapatkan juara pertama.
Tidak terasa saya sudah menduduki bangku sekolah sma dikelas sebelas, waktu itu saya masuk di kelas sebelas ips empat atau sebelas sos empat, seiring berjalannya waktu akhirnya saya sudah naik ke kelas dua belas. Di kelas dua belas adalah waktu yang sangat benar-benar fokus untuk belajar supaya bisa LULUS dengan hasil yang sangat memuaskan, seperti beberapa tahun lalu sebelum lulus kita harus wajib mengikut Ujian Nasional, begitu takutnya saya untuk menghadapi ujian tersebut karena ujian nasional dimasa sekolah menengah atas sangatlah berbeda dengan ujian nasional masa sd dan smp walaupun cara pengerjaannya sama tetapi hanya sistemnya lah yang berbeda.
Berkat dukungan dari orang tua, doa, dan usaha saya akhirnya saya bisa melewati masa-masa itu semua, pada tahun 2010 saya LULUS dari sekolah menengah atas. Begitu senangnya saya bisa menyelesaikan sekolah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Tetapi disini lah perjalanan saya belum berakhir, dan di sinilah saya akan memulai kehidupan saya yang baru lagi. Setelah lulus dari sekolah saya tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi tetapi saya mencoba untuk bekerja, dan akhirnya pada bulan maret 2010 saya diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta dijakarta, perusahaan tersebut bergerak dibidang jasa. Entah kenapa pada saat saya masih sekolah, saya selalu bertekad dan berpikir bahwa bagaimanapun caranya setelah saya lulus sekolah sma nanti saya ingin bekerja dan kuliah dengan waktu yang bersamaan. Mengingat hal itu saya yakin di sinilah doa-doa dan keinginan saya terwujud.Orang tua saya juga selalu mempertanyakan kapan akan melanjutkan sekolah kembali? sampai akhirnya saya memikirkan kata-kata orang tua saya dan mengambil langkah cara untuk bisa melanjutkan kuliah. Tetapi dengan begitu saya tidak pernah terpaksa untuk menjalani ini semua, karena saya menjalani ini dengan niat dan ikhlas dari hati bukan karna suatu paksaan, dan saya berpikir mungkin dengan beginilah saya bisa melanjutkan niat dan keinginan saya yang sempat tertunda pada saat bekerja.


Waktu begitu cepat berlalu, dua tahun sudah saya menjalankan pekerjaan ini dan saya kembali kepada keinginan saya sebelumnya. Pada awal tahun 2012 memang sebelumnya saya sudah berniat untuk mendaftarkan diri di universitas tinggi dan pada bulan april tahun 2012 lalu saya mencari tau informasi tentang universitas yang saya pilih yaitu di universitas gunadarma, setelah mendaftarkan diri lalu saya mengikuti tes masuk universitas gunadarma dan selama beberapa bulan itu saya mengikuti peraturan di universitas tersebut akhirnya saya masuk dan terpilih menjadi mahasiswa di universitas gunadarma angkatan 2012. Dan akhirnya mimpi-mimpi yang selama ini selalu ada dipikiran saya tercapai akhirnya saat ini saya bisa bekerja dan melanjutkan sekolah kembali ke perguruan tinggi, walaupun pada saat bekerja waktu itu saya sempat tidak ada keinginan untuk melanjutkan sekolah kembali tetapi berkat niat dan dukungan dari orang tua serta orang-orang yang sayang sama saya akhirnya sekarang saya bisa menjalankan itu semua. Tidak terasa sudah satu tahun lebih saya menjalani ini dan saat ini saya kuliah sudah semester tiga Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi jurusan Sistem Informasi, Alhamdulillah sampai saat ini semuanya bisa berjalan dengan lancar keinginan-keinginan saya selama ini bisa terbayarkan satu persatu dan saya bisa bekerja sayapun bisa membayar kuliah saya sendiri. Saya selalu bersyukur dengan apa yang saya dapatkan selama ini.
Di pertengahan bulan September tahun 2012 lalu, pertama kalinya saya memasuki dunia perkuliahan dimana dunia kuliah adalah dunia yang sangat berbeda dengan waktu dimasa sekolah. Disitulah saya kembali beradaptasi, mempunyai teman dan lingkungan baru saya merasa seperti mempunyai keluarga yang baru lagi.
Semester satu dan semester dua, tidak terasa sudah saya lewati. Di awal semester satu lalu kenal lah saya dengan seorang mahasiswa di universitas gunadarma kami kenal dengan melalui sebuah jejaring social media whatsapp, pada saat itu saya tidak kenal dia yang mana? Dia siapa? Saya hanya tau bahwa kami satu kelas dikelas yang sama, dia seorang laki-laki yang tidak perlu juga saya sebut namanya disini. Akhirnya kami kenal dan seringnya kami berkomunikasi begitu banyak pembicaraan yang kami bicarakan di social media pada saat itu. saya merasa pemikiran saya dengan dia satu tujuan. Hari demi hari saya mencoba mencari tau tentang dia karena saya ingin mengenal dia untuk lebih jauh, Tidak terasa kurang lebih sembilan bulan saya dan dia sudah cukup mengenal satu sama lain, ternyata selama ini Allah telah menyiapkan sesuatu yang indah untuk saya yaitu memberikan kesempatan untuk saya mengenal dia dan menghadirkan dia dihidup saya. Dia adalah orang yang selalu memberikan semangat dan dukungan lebih untuk saya dia juga menjadi penyemangat saya untuk menjalani kuliah. Sekarang saya merasa menjadi seseorang yang jauh lebih baik berkat dia, dan dukungan dari orang tua serta sahabat-sahabat terbaik saya. Dan syukur Alhamdulillah saat ini adalah kesempatan saya dan saya masih diberikan waktu untuk bisa lebih fokus lagi dalam menjalani perkuliahan dan pekerjaan ini bersama dengan orang-orang yang sangat saya cintai.    

Tugas Otobiografi


Hai nama saya Fitri Apriyanti saya anak kedua dari tiga bersaudara, saya mempunyai satu kakak laki-laki dan satu adik laki-laki. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 08 April 1992, sekarang saya sedang menjalankan perkuliahan di salah satu universitas tinggi swasta yaitu di Universitas Gunadarma. Saya mengambil jurusan yang saya minati yaitu Sistem Informasi, saat ini saya menjalankan perkuliahan sudah memasuki semester tiga.  
Bagi saya untuk bisa seperti sekarang ini tentu banyak hal yang harus saya lewati, pada saat beberapa tahun lalu di tahun 2004 saya lulus dari sekolah dasar negeri yaitu di SDN Duren Sawit 08 Pagi saya bersekolah dari kelas satu sampai dengan kelas enam sd. Tentu saja banyak pengalaman-pengalaman yang saya alami selama sekolah, di sekolah dasar negeri saya pernah mendapatkan juara atau ranking dikelas, dan pada saat saya menduduki bangku dikelas 6 sd saya juga pernah mengikuti suatu perlombaan menari adat disekolah.  Awalnya saya mengikuti perlombaan menari adat tersebut dengan melawan tim kelas dan mendapatkan juara pertama, dan akhirnya saya dan teman-teman didaftarkan untuk mengikuti perlombaan menari adat dengan melawan sekolah lain se-DKI Jakarta. Pada saat itu saya tidak yakin menang tetapi semua perkiraan saya salah dengan adanya dukungan, doa serta usaha dan kerja keras saya bersama teman-teman yang lain saya dan teman-teman mendapatkan juara kedua diperlombaan itu, walaupun juara kedua tetapi saya tetap bersyukur.
Tidak terasa saya menjalankan sekolah dasar sudah enam tahun dimana tahun 2004 saya lulus dari sekolah itu, setelah lulus saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama. Saya sekolah di SMPN 135 Jakarta, disana saya kembali mengembangkan potensi diri saya. Di masa-masa smp saya mendapatkan teman baru, lingkungan baru, dan saya harus beradaptasi dengan sesuatu hal yang baru. Pada awal masuk sekolah smp saya mengikuti MOS atau biasa disebut Masa Orientasi Siswa yang diadakan selama tiga hari. Selama sekolah di sekolah menengah pertama saya pernah mengikuti suatu organisasi PMR yaitu Palang Merah Remaja. Dan dikelas delapan saya sudah tidak mengikuti kegiatan organisasi apa-apa karena pada saat itu guru-guru disekolah menyarankan pada saat kelas delapan dan kelas Sembilan sudah waktunya untuk fokus dalam masalah belajar agar supaya kita bisa mendapatkan hasil nilai yang memuaskan. Dikelas delapan saya pernah mendapatkan juara atau ranking dikelas, Selang berjalannya waktu tidak terasa saya sudah menduduki bangku sekolah menengah pertama dikelas sembilan, sampai akhirnya pun waktu untuk mengikuti ujian nasional tiba. Dimana ujian nasional tersebut adalah hasil yang menentukan kita LULUS atau TIDAK. Saya selalu bertekad untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan dengan usaha saya selama tiga tahun sekolah akhirnya pada tahun 2006-2007 saya lulus dari sekolah menengah pertama dengan hasil yang memuaskan.  Dengan begitu perjalanan saya untuk mencapai ke perguruan tinggi tidak cukup sampai disini. Pada tahun 2007 saya melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMAN 50 Jakarta, saya merasa disekolah menengah atas ini saya harus bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, tetapi terkadang kenyataannya apa yang kita lakukan tidak semudah dengan apa yang kita bayangkan. Di sekolah menengah atas disinilah jati diri kita yang sebenarnya kita memasuki tahap remaja, dan saya merasa bahwa dimasa masa sma adalah masa yang sangat menyenangkan begitu juga kita akan memasuki masa sulit karena begitu banyak ujian-ujian yang akan kita hadapi tetapi akan banyak juga pelajaran-pelajaran yang lebih berharga yang bisa kita dapatkan.  Pada awal memasuki sekolah sma seperti beberapa tahun lalu saya mengikuti MOS selama tiga hari. Disitulah saya harus beradaptasi lagi dengan suasana dan lingkungan baru. Pada saat saya di sma saya pernah mengikuti ekskul modern dance, entah kenapa saya begitu tertarik ingin mengikuti ekskul tersebut. Saya dan teman-teman sering mengisi acara disekolah dengan menampilkan dance lalu pada suatu waktu saya dan teman-teman pernah diikutkan dengan mengikuti lomba di acara Planet Remaja di antv dengan melawan sekolah lain, dan syukur Alhamdulillah berkat dukungan dan usaha saya bersama teman-teman sekolah saya memenangkan lomba itu dengan mendapatkan juara pertama.
Tidak terasa saya sudah menduduki bangku sekolah sma dikelas sebelas, waktu itu saya masuk di kelas sebelas ips empat atau sebelas sos empat, seiring berjalannya waktu akhirnya saya sudah naik ke kelas dua belas. Di kelas dua belas adalah waktu yang sangat benar-benar fokus untuk belajar supaya bisa LULUS dengan hasil yang sangat memuaskan, seperti beberapa tahun lalu sebelum lulus kita harus wajib mengikut Ujian Nasional, begitu takutnya saya untuk menghadapi ujian tersebut karena ujian nasional dimasa sekolah menengah atas sangatlah berbeda dengan ujian nasional masa sd dan smp walaupun cara pengerjaannya sama tetapi hanya sistemnya lah yang berbeda.
Berkat dukungan dari orang tua, doa, dan usaha saya akhirnya saya bisa melewati masa-masa itu semua, pada tahun 2010 saya LULUS dari sekolah menengah atas. Begitu senangnya saya bisa menyelesaikan sekolah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Tetapi disini lah perjalanan saya belum berakhir, dan di sinilah saya akan memulai kehidupan saya yang baru lagi. Setelah lulus dari sekolah saya tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi tetapi saya mencoba untuk bekerja, dan akhirnya pada bulan maret 2010 saya diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta dijakarta, perusahaan tersebut bergerak dibidang jasa. Entah kenapa pada saat saya masih sekolah, saya selalu bertekad dan berpikir bahwa bagaimanapun caranya setelah saya lulus sekolah sma nanti saya ingin bekerja dan kuliah dengan waktu yang bersamaan. Mengingat hal itu saya yakin di sinilah doa-doa dan keinginan saya terwujud.Orang tua saya juga selalu mempertanyakan kapan akan melanjutkan sekolah kembali? sampai akhirnya saya memikirkan kata-kata orang tua saya dan mengambil langkah cara untuk bisa melanjutkan kuliah. Tetapi dengan begitu saya tidak pernah terpaksa untuk menjalani ini semua, karena saya menjalani ini dengan niat dan ikhlas dari hati bukan karna suatu paksaan, dan saya berpikir mungkin dengan beginilah saya bisa melanjutkan niat dan keinginan saya yang sempat tertunda pada saat bekerja.


Waktu begitu cepat berlalu, dua tahun sudah saya menjalankan pekerjaan ini dan saya kembali kepada keinginan saya sebelumnya. Pada awal tahun 2012 memang sebelumnya saya sudah berniat untuk mendaftarkan diri di universitas tinggi dan pada bulan april tahun 2012 lalu saya mencari tau informasi tentang universitas yang saya pilih yaitu di universitas gunadarma, setelah mendaftarkan diri lalu saya mengikuti tes masuk universitas gunadarma dan selama beberapa bulan itu saya mengikuti peraturan di universitas tersebut akhirnya saya masuk dan terpilih menjadi mahasiswa di universitas gunadarma angkatan 2012. Dan akhirnya mimpi-mimpi yang selama ini selalu ada dipikiran saya tercapai akhirnya saat ini saya bisa bekerja dan melanjutkan sekolah kembali ke perguruan tinggi, walaupun pada saat bekerja waktu itu saya sempat tidak ada keinginan untuk melanjutkan sekolah kembali tetapi berkat niat dan dukungan dari orang tua serta orang-orang yang sayang sama saya akhirnya sekarang saya bisa menjalankan itu semua. Tidak terasa sudah satu tahun lebih saya menjalani ini dan saat ini saya kuliah sudah semester tiga Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi jurusan Sistem Informasi, Alhamdulillah sampai saat ini semuanya bisa berjalan dengan lancar keinginan-keinginan saya selama ini bisa terbayarkan satu persatu dan saya bisa bekerja sayapun bisa membayar kuliah saya sendiri. Saya selalu bersyukur dengan apa yang saya dapatkan selama ini.
Di pertengahan bulan September tahun 2012 lalu, pertama kalinya saya memasuki dunia perkuliahan dimana dunia kuliah adalah dunia yang sangat berbeda dengan waktu dimasa sekolah. Disitulah saya kembali beradaptasi, mempunyai teman dan lingkungan baru saya merasa seperti mempunyai keluarga yang baru lagi.
Semester satu dan semester dua, tidak terasa sudah saya lewati. Di awal semester satu lalu kenal lah saya dengan seorang mahasiswa di universitas gunadarma kami kenal dengan melalui sebuah jejaring social media whatsapp, pada saat itu saya tidak kenal dia yang mana? Dia siapa? Saya hanya tau bahwa kami satu kelas dikelas yang sama, dia seorang laki-laki yang tidak perlu juga saya sebut namanya disini. Akhirnya kami kenal dan seringnya kami berkomunikasi begitu banyak pembicaraan yang kami bicarakan di social media pada saat itu. saya merasa pemikiran saya dengan dia satu tujuan. Hari demi hari saya mencoba mencari tau tentang dia karena saya ingin mengenal dia untuk lebih jauh, Tidak terasa kurang lebih sembilan bulan saya dan dia sudah cukup mengenal satu sama lain, ternyata selama ini Allah telah menyiapkan sesuatu yang indah untuk saya yaitu memberikan kesempatan untuk saya mengenal dia dan menghadirkan dia dihidup saya. Dia adalah orang yang selalu memberikan semangat dan dukungan lebih untuk saya dia juga menjadi penyemangat saya untuk menjalani kuliah. Sekarang saya merasa menjadi seseorang yang jauh lebih baik berkat dia, dan dukungan dari orang tua serta sahabat-sahabat terbaik saya. Dan syukur Alhamdulillah saat ini adalah kesempatan saya dan saya masih diberikan waktu untuk bisa lebih fokus lagi dalam menjalani perkuliahan dan pekerjaan ini bersama dengan orang-orang yang sangat saya cintai.    

Minggu, 10 November 2013

Teori Organisasi umum 9 - 10

Pengertian Pengaruh

Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.

Metode mempengaruhi
  1. Kekuatan fisik
  2. Penggunaan sanksi (positif/negatif)
  3. Keahlian
  4. Kharisma (daya tarik)
Daerah Pengaruh
Yaitu mencakup hubungan-hubungan antar:
  1. Perseorangan
  2.  Kelompok dengan seseorang
  3. Seseorang dengan kelompok
Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara berbagai alternatif.
Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).

  • Kewenangan Tanpa Diskusi. Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.Selain itu, metode ini dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.Namun, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidakpercayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok, daripada keputusan yang diambil secara individual.
  • Pendapat Ahli. Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota lainnya.Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karena sangat sulit menentukan indikator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior).Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit.
  • Kewenangan Setelah Diskusi. Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas.Jadi, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi, akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
  • Kesepakatan. Terjadi kalau semua anggota dari suatu organisasi mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota organisasi akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut.Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.
Kekurangan pada metode ini adalah dibutuhkannya waktu yang relatif lebih banyak dan lebih lama, sehingga metode ini tidak cocok untuk digunakan dalam keadaan mendesak atau darurat.
Keempat metode pengambilan keputusan di atas, menurut Adler dan Rodman, tidak ada yang terbaik dalam arti tidak ada ukuran-ukuran yang menjelaskan bahwa satu metode lebih unggul dibandingkan metode pengambilan keputusan lainnya. Metode yang paling efektif yang dapat digunakan dalam situasi tertentu, bergantung pada faktor-faktor:
  1. jumlah waktu yang ada dan dapat dimanfaatkan,
  2. tingkat pentingnya keputusan yang akan diambil oleh kelompok, dan
  3. kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan pengambilan keputusan tersebut.
Konsep Pengambilan Keputusan, yaitu:
  1. Identifikasi dan diagnosis masalah
  2. Pengumpulan dan analisis data yang relevan
  3. Pengembangan dan evaluasi alternatif
  4. Pemilihan alternatif terbaik
  5. Implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil -hasil.
Tipe –Tipe Keputusan Manajemen
  1. Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
  2. Kepusan-keputusan pribadi dan strategi
  3. Keputusan-keputusan dasar dan rutin
Teknik Pengambilan Keputusan
  1. Teknik -teknik Kreatif: Brainstorming & Synectics
  2. Teknik -teknik Partisipatif
  3. Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal

Jumat, 01 November 2013

Teori Organisasi Umum 7 - 8

PENGERTIAN KONFLIK

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

JENIS KONFLIK

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
• Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
• Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
• Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
• Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
• Konflik antar atau tidak antar agama
• Konflik antar politik.

SUMBER KONFLIK

Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.  
Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok. Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat. Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
1. Kompetisi Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2. Akomodasi Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3. Sharing Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lkain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4. Kolaborasi Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak. 5. Penghindaran Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.  

CARA-CARA MENGATASI KONFLIK

Mengatasi konflik antara pihak-pihak yang bertikai tergantung pada kemauan pihak-pihak yang berkonflik untuk menyelesaikan masalah. Selain itu juga peran aktif dari pihak luar yang menginginkan redanya konflik. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi konflik yang telah terjadi :
 Rujuk
merupakan usaha pendekatan demi terjalinnya hubungan kerjasama yang lebih baik demi kepentingan bersama pula.
 Persuasi
mengubah posisi pihak lain, dengan menunjukan kerugian yang mungkin timbul, dan bukti factual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
 Tawar-menawar Suatu
penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dengan mempertukarkan kesepakatan yang dapat diterima.
 Pemecahan masalah terpadu
Usaha pemecahan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua belah pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternative pemecahan secara bersama dengan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
 Penarikan diri
Cara menyelesaikan masalah dengan cara salah satu pihak yang bertikai menarik diri dari hubungan dengan pihak lawan konflik. Penyelesaian ini sangat efisien bila pihak-pihak yang bertikai tidak ada hubungan. Bila pihak-pihak yang bertikai saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain, tentu cara ini tidak dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik.
 Pemaksaan dan penekanan
Cara menyelesaikan konflik dengan cara memaksa pihak lain untuk menyerah. Cara ini dapat dilakukan apabila pihak yang berkonflik memiliki wewenang yang lebih tinggi dari pihak lainnya. Tetapi bila tidak begitu cara-cara seperti intimidasi, ancaman, dsb yang akan dilakukan dan tentu pihak yang lain akan mengalah secara terpaksa.

MOTIVASI

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati, tetapi merupakan hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu perilaku yang tampak. Penggolongan motivasi internal yang dapat diterima secara umum belum mendapat kesepakatan para ahli, namun demikian para psikolog menyetujui bahwa motivasi internal dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok, yaitu :
1. motivasi fisiologis, yang merupakan motivasi alamiah (biologis) seperti lapar, haus, seks.
2. motivasi psikhologis yang dapat dikelompokan dalam 3 kategori dasar, yaitu :
 motivasi kasih sayang (affectional motivation) yaitu motivasi untuk menciptakan dan memelihara kehangatan keharmonisan, dll.
 motivasi mempertahankan diri (ego-defensive motivation) yaitu motivasi untuk melindungi kepribadian dan mendapatkan kebanggaan diri.
 motivasi memperkuat diri (ego-bolstering motivation) yaitu motivasi untuk mengembangkan kepribadian, berprestasi dll.

TEORI MOTIVASI

Teori motivasi eksternal menjelaskan kekuatan-kekeuatan yang ada di dalam individu yang di pengaruhi faktor-faktor intern. Untuk itu,teori motivasi eksternal tidak mengabaikan teori motivasi internal, tetapi justru mengembangkannnya. Teori motivasi eksternal ada yang positif dan ada pula yang negatif. Dalam hal ini ada beberapa teori yang menjelaskan teori motivasi eksternal, yaitu :
 Teori X dan Teori Y Mc Gregor
Anggapan-anggapan yang mendasari teori X :
Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja dan akan menghindarinya bila dapat. Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, dipelakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi. Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung-jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya. Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :
Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat. Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung-jawab. Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan. Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organiasasi. Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu. Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.

Teori Hirarki Kebutuhan Maslow, menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :
 Kebutuhan Fisiologis
 Kebutuhan Keamanan
 Kebutuhan Sosial
 Kebutuhan Penghargaan
 Kebutuhan Aktualisasi Diri

Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi. Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :
 Kebutuhan Prestasi
 Kebutuhan Afiliasi
 Kebutuhan Kekuasaan  

Teori Motivasi Dua faktor Herzberg Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu :
pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan.
penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan
Satisfiers disebar motivators. (dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis).

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
http://zeincom.wordpress.com/2011/10/23/pkjsk/
http://giggsknowledge.blogspot.com/2012/04/pengertian-dan-teori-motivasi.html